Resume Hari Pertama PKKMB UNUSA

    


(01/09/25) Hari ini adalah hari pertama PKKMB UNUSA 2025 yang dilaksanakan secara online karena suasana di Surabaya yang sedang tidak kondusif. Rektor UNUSA Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng memimpin sambutan dan pembukaan PKKMB tadi pagi, kemudian dilanjut sambutan dari Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. Acara PKKMB hari ini diisi materi-materi yang disampaikan oleh beberapa narasumber hebat. 

 


    Materi pertama disampaikan oleh Bapak Yudi Latif, MA., Ph.D bertema "Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara". Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini mengalami pergeseran atau perubahan di semua sendi kehidupan yang sangat mengkhawatirkan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan, dan kemajemukan keindonesiaan.

Bapak Yudi Latif menjelaskan jika jati diri Bangsa Indonesia tercermin dalam beberapa aspek penting, yaitu:
- Pancasila: Sebagai dasar negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan.
- Undang-Undang Dasar 1945: Sebagai landasan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI): Sebagai bentuk negara yang menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa.
- Bhineka Tunggal Ika: Sebagai semboyan yang menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman.




      Materi kedua diawali qoutes dari Warren Buffett yang disampaikan oleh Bapak  Erisandy Yudhistira bertemakan "Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa". Menururt beliau, literasi keuangan bagi mahasiswa itu penting karena sebagai mahasiswa baru biasanya pertama kali mengelola keuangan secara mandiri. Solusi yang paling baik untuk mengatasi masalah keuangan yaitu, mulai membuat anggaran pribadi, mencatat pengeluaran, menabung secara konsisten (meski kecil), dan menghindari utang konsumtif.
    Mengembangkan mindset bahwa kesadaran literasi tentang keuangan itu penting adalah salah satu investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik, sehingga kesejahteraan finansial mahasiswa mengalami peningkatan. Manfaatnya antara lain, mahasiswa mampu mengelola uang saku/beasiswa dengan lebih efektif, penurunan tingkat utang konsumtif yang tidak produktif, munculnya kebiasaan menabung dan mulai berinvestasi dini, kesiapan menghadapi biaya tak terduga (dana darurat), peningkatan kesejahteraan akademik: penurunan tingkat stres terkait uang, sehingga fokus belajar meningkat, potensi peningkatan IPK dan kelulusan tepat waktu, kemampuan membuat keputusan finansial yang lebih baik terkait pembiayaan studi lanjut, peningkatan kesejahteraan mental, dan emosional: penurunan gejala kecemasan dan depresi yang berhubungan dengan masalah keuangan, peningkatan rasa percaya diri dan kontrol atas hidup, hubungan sosial yang lebih harmonis (kurang konflik karena uang).

    Materi ketiga disampaikan oleh Bapak Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D bertemakan "Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA". UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nilai-nilai ke-NU-an (moderasi, toleransi, kearifan lokal) menjadi dasar pengembangan keilmuan dan karakter.
 Visi & Misi: Umumnya fokus pada mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). Statusnya telah terakreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).
    Sistem Kredit Semester (SKS) merupakan sistem utama di UNUSA, sesuai standar nasional. Satu SKS setara dengan 50 menit aktivitas per minggu selama 1 semester (16 minggu), mencakup tatap muka, tugas, ujian, dan studi mandiri. Beban studi rata-rata 20-24 SKS per semester untuk S1. Kurikulumnya menggunakan Kurikulum Nasional yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Sedangkan kurikulum khas UNUSA yaitu, mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an (misal: mata kuliah Ke-NU-an, Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam dengan perspektif Aswaja) ke dalam berbagai program studi, termasuk non-keagamaan. Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Implementasi program pemerintah untuk fleksibilitas pembelajaran (magang, pertukaran pelajar, proyek di desa, dll).

    
    Selanjutnya, materi keempat disampaikan oleh Dr. Arif Abdurrakhman, S.T., M.T bertemakan "Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability untuk Menemukan Solusi Terbaik". Strategi efektif untuk mengembangkan critical thinking (berpikir kritis) guna menemukan solusi terbaik, disertai langkah-langkah praktis dari Bapak Arif yaitu, bangun fondasi dasar :pertanyakan segalanya, kembangkan kemampuan analisis, gunakan kerangka berfikir terstruktur, latih keterbukaan pikiran, evaluasi solusi secara sistematis, terapkan alat bantu praktis, asah keterampilan refleksi diri, dan latihan konsisten dengan skenario nyata. Beliau mengatakan, " Dengan menerapkan strategi ini secara disiplin,  Anda akan mampu mengidentifikasi akar masalah, mengevaluasi opsi secara objektif, dan memilih solusi terbaik berdasarkan bukti—bukan emosi atau tekanan sosial."

Lihat juga blog milik temanku : Arikah Salsabila

Media Sosial UNUSA




Comments

Popular posts from this blog

Pembukaan 5th Brave Program Unusa

Resume Materi Hari Ke 2 PKKMB UNUSA